Minggu, 12 Oktober 2014

Teori Montessori Tentang Masa Peka



PENDAHULUAN

Masa peka adalah di mana suatu fungsi berkembang dengan baik sekali dan orang dewasa harus melayani dengan baik pula. Masa demikianlah disebut masa peka, yaitu suatu saat dimana fungsi psikis atau jasmaniah berkembang dengan lancar, mudah dan baik. Masa peka bagi tiap-tiap fungsi hanya timbul sekali saja. Misalnya, umum berpendapat masa peka untuk belajar bahasa adalah tahun pertama, untuk berjalan tahun kedua, untuk menggambar tahun kelima, sedangkan masa peka untuk ingatan yang logis pada tahun ke 12 dan ke 13, dan sebagainya. Mengingat bahwa masa - masa peka itu hanya timbul sekali saja setiap fungsi psikis atau jasmaniah, maka orang dewasa harus memperhatikan dan melayani masa peka tertentu dengan memberi bimbingansebaik-baiknya terhadap fungsi yang bersangkutan sebab dalam masa peka ada kemungkinan perkembangan yang maksimal, dan kesuksesan perkembangan - perkembangan fungsi – fungsi yang lain. Masa peka yang dilalaikan tentulah akan merugikan perkembangan anak.
Disini kita akan membahas teori tentang masa peka menurut Maria Montessori, seorang sarjana wanita yang mengembangkan system pendidikan dengan memerhatikan masa peka.[1]

PEMBAHASAN


A.                Maria Montessori

Montessori hidup pada 1870-1952. Ia seorang dokter yang meyakini bahwa pendidikan anak dimulai sejak lahir. Tahun pertan kehidupan anak merupakan masa-masa formatif dan merupakan masa yang paling penting baik fisik maupun mental. Bayi yang masih kecil perlu dikenalkan pada orang dan suara-suara, diajak bermain dan bercakap-cakap agar anak dapat berkembang menjadi anak normal yang bahagia. Bayi memiliki pikiran yang aktif. Artinya, bayi bukankah makhluk pasif yang hanya menunggu intruksi dari orang. Melalui kegiatan belajar yang dilakukan secara bertahap pola-pola perilaku di tetapkan dan kekuatan –kakuatan pikiran orang dewasa secara perlahan ditumbuhkan. Metode-metode pembelajan yang sesuai dengan tahun-tahun kelahiran sampai dengan enam tahun biasanyaakan menentukan kpribadian anak setelah dewasa.
            Maria Montessori juga meyakini bahwa  dalam tahun-tahun awal kehidupan,seorang anak memiliki masa peka (sensitif priods). Masa peka dapat digambarkan sebagai satu situasi atau waktu siap berkembangnyapembawaan atau potensi yang dililikia anak. Potensi ini akan mati dan tidak akan muncul lagi apabila tidak dineri kesempatan untuk berkembang tepat pada waktunya. Masa peka setiap anak tidak sama,namun masa peka telah muncul dalam diri seorang  anak , orang tua, guru, atau oarang dewasa yang bertanggug jawab terhadap pengasuhannya wajib menyediakan alat alat latiahan. Alat-alat ini akan menunjang stimulasi terhadap potensi yang sedanga muncul pada anak. Dasra pendidikan Montessori yaitu penghargaan terhadap anak,Absorbent Main (pemikiran yang cepat menyerap), Sensitif priods ( masa peka), penataan lingkungan yang sesuai dengan karakterisrtik  dan kebutuhan anak ,pendidikan diri sendiri(pedosentris), masa peka, dan kebebasan.[2]


B.                 Teori Perkembangan Montessori

            Anak memiliki kemampuan sendiri untuk belajar sesuai dengan tingkat kematangannya dan anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. Ada saat dimana anak akan sangat peka terhadap lingkungannya, saat tersebut dinamakan Montessori sebagai Sensitive periods. Sensitive periods Adalah suatu masa dimana anak-anak akan sangat mudah menguasai tugas-tugas tertentu. Apabila anak dicegah untuk menikmati pengalaman-pengalaman yang dipandu secara alamiah itu, maka kemampuan-kemampuan yang harusnya dicapai pada masa peka itu tidak akan dimiliki dan hal ini akan mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya.
Menurut montessori ada 5 masa sensitif, yaitu:

1. Sensitive periods for order (0  – 3 tahun)
 Masa peka untuk keteraturan terjadi pada tiga tahun pertama kehidupan. Anak memiliki kebutuhan yang kuat terhadap keteraturan. Setelah anak dapat bergerak/berpindah, mereka suka meletakkan benda-benda sesuai dengan tempatnya. Apabila ada buku atau pensil yang tidak terletak di tempatnya, anak akan mengembalikan buku atau pensil tersebut ke tempatnya. Dan bahkan sebelum memasuki periode ini mereka sering menjadi marah jika melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya.
 
2. Sensitive periods for details (1  – 2 tahun)
Anak-anak akan memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang kecil. Sebagai contoh, mereka dapat mendeteksi adanya serangga yang kecil yang tidak terperhatikan oleh orang dewasa. apabila mereka melihat suatu gambar, mereka akan mengabaikan obyek utama gambar dan akan beralih memperhatikan hal-hal kecil yang ada dilatar belakang obyek utama gambar. Kepedulian akan detail ini menandakan perubahan di dalam perkembangan psikis anak.

3. Sensitive periods for using hands (18 bulan  –3 tahun)
Anak-anak secara konsisten menggenggam benda-benda yang disentuhnya. Anak-anak menyukai aktivitas membuka dan menutup benda-benda (dengan seluruh telapak tangannya), memasukan benda-benda ke dalam suatu wadah, menuangkannya keluar dan memasukkannya kembali (dengan seluruh telapak tangannya). Selama dua tahun berikutnya atau lebih mereka memperbaiki gerakan dan indera sentuhan mereka.

4. Sensitive periods for movements
Periode kepekaan yang paling mudah dibaca adalah berjalan. Belajar berjalan adalah sejenis kelahiran kedua, anak berubah dari makhluk yang tidak berdaya menjadi makhluk yang aktif. Anak-anak didorong oleh implus yang tidak bisa dilawan dalam upaya mereka untuk berjalan, dan mereka berjalan dengan bangga seolah-olah mereka telah menemukan caranya.

5. Sensitive periods for learning language
 Secara tidak sadar (3 bln - 3 thn) Anak-anak menyerap bunyi-bunyi, kata-kata, dan tata bahasa dari lingkungannya. Anak-anak mempelajari bahasa tanpa banyak memikirkannya, anak-anak tidak pernah memikirkan imbuhan dapat mengubah suatu arti, atau anak-anak penutur bahasa inggris yang tidak pernah memikirkan tenses, atau anak-anak penutur bahasa spanyol yang tidak pernah memikirkan tentang kata benda yang berubah mengikuti subjeknya, anak-anak tidak pernah berpikir sekeras itu untuk mempelajari bahasa ibunya. · Secara sadar (3 - 6 tahun) Jika pada usia 3 bulan sampai dengan 3 tahun anak-anak mempelajari bahasa secara tidak sadar, anak-anak pada usia 3 sampai dengan 6 tahun mempelajari bahasa dengan sadar. Dengan tidak kehilangan masa peka-nya, anak mempelajari bentuk- bentuk tata bahasa baru dengan penuh kesadaran.[3]


C.                Kesimpulan

Maria Montessori juga meyakini bahwa  dalam tahun-tahun awal kehidupan,seorang anak memiliki masa peka (sensitif priods). Menurut montessori ada 5 masa sensitif, yaitu:
1. Sensitive periods for order (0  – 3 tahun)
2. Sensitive periods for details (1  – 2 tahun)
3. Sensitive periods for using hands (18 bulan  –3 tahun)
4. Sensitive periods for movements
5. Sensitive periods for learning language














REFERENSI

1.                  Ki Fudyartanta – Psikologi Perkembangan



[1] Ki Fudyartanta – Psikologi Perkembangan
[2] http://damaiyantisri.blogspot.com/2012/12/maria-montessori.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar