PENDAHULUAN
Masa peka adalah di mana suatu fungsi berkembang dengan baik
sekali dan orang dewasa harus melayani dengan baik pula. Masa demikianlah
disebut masa peka, yaitu suatu saat dimana fungsi psikis atau jasmaniah
berkembang dengan lancar, mudah dan baik. Masa peka bagi tiap-tiap fungsi hanya
timbul sekali saja. Misalnya, umum berpendapat masa peka untuk belajar bahasa
adalah tahun pertama, untuk berjalan tahun kedua, untuk menggambar tahun
kelima, sedangkan masa peka untuk ingatan yang logis pada tahun ke 12 dan ke
13, dan sebagainya. Mengingat bahwa masa - masa peka itu hanya timbul sekali
saja setiap fungsi psikis atau jasmaniah, maka orang dewasa harus memperhatikan
dan melayani masa peka tertentu dengan memberi bimbingansebaik-baiknya terhadap
fungsi yang bersangkutan sebab dalam masa peka ada kemungkinan perkembangan
yang maksimal, dan kesuksesan perkembangan - perkembangan fungsi – fungsi yang
lain. Masa peka yang dilalaikan tentulah akan merugikan perkembangan anak.
Disini kita akan membahas teori tentang masa peka menurut
Maria Montessori, seorang sarjana wanita yang mengembangkan system pendidikan
dengan memerhatikan masa peka.[1]
PEMBAHASAN
A.
Maria Montessori
Montessori
hidup pada 1870-1952. Ia seorang dokter yang meyakini bahwa pendidikan anak
dimulai sejak lahir. Tahun pertan kehidupan anak merupakan masa-masa formatif
dan merupakan masa yang paling penting baik fisik maupun mental. Bayi yang
masih kecil perlu dikenalkan pada orang dan suara-suara, diajak bermain dan
bercakap-cakap agar anak dapat berkembang menjadi anak normal yang bahagia.
Bayi memiliki pikiran yang aktif. Artinya, bayi bukankah makhluk pasif yang
hanya menunggu intruksi dari orang. Melalui kegiatan belajar yang dilakukan
secara bertahap pola-pola perilaku di tetapkan dan kekuatan –kakuatan pikiran
orang dewasa secara perlahan ditumbuhkan. Metode-metode pembelajan yang sesuai
dengan tahun-tahun kelahiran sampai dengan enam tahun biasanyaakan menentukan
kpribadian anak setelah dewasa.
Maria Montessori juga meyakini
bahwa dalam tahun-tahun awal
kehidupan,seorang anak memiliki masa peka (sensitif
priods). Masa peka dapat digambarkan sebagai satu situasi atau waktu siap
berkembangnyapembawaan atau potensi yang dililikia anak. Potensi ini akan mati
dan tidak akan muncul lagi apabila tidak dineri kesempatan untuk berkembang
tepat pada waktunya. Masa peka setiap anak tidak sama,namun masa peka telah
muncul dalam diri seorang anak , orang
tua, guru, atau oarang dewasa yang bertanggug jawab terhadap pengasuhannya
wajib menyediakan alat alat latiahan. Alat-alat ini akan menunjang stimulasi
terhadap potensi yang sedanga muncul pada anak. Dasra pendidikan Montessori
yaitu penghargaan terhadap anak,Absorbent
Main (pemikiran yang cepat menyerap), Sensitif
priods ( masa peka), penataan lingkungan yang sesuai dengan
karakterisrtik dan kebutuhan anak
,pendidikan diri sendiri(pedosentris),
masa peka, dan kebebasan.[2]
B.
Teori Perkembangan
Montessori
Anak
memiliki kemampuan sendiri untuk belajar sesuai dengan tingkat kematangannya
dan anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. Ada saat dimana
anak akan sangat peka terhadap lingkungannya, saat tersebut dinamakan
Montessori sebagai Sensitive periods. Sensitive periods Adalah suatu masa
dimana anak-anak akan sangat mudah menguasai tugas-tugas tertentu. Apabila anak
dicegah untuk menikmati pengalaman-pengalaman yang dipandu secara alamiah itu,
maka kemampuan-kemampuan yang harusnya dicapai pada masa peka itu tidak akan
dimiliki dan hal ini akan mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya.
Menurut montessori ada 5 masa sensitif, yaitu:
1. Sensitive periods for order (0 – 3 tahun)
Masa peka untuk keteraturan terjadi pada tiga
tahun pertama kehidupan. Anak memiliki kebutuhan yang kuat terhadap
keteraturan. Setelah anak dapat bergerak/berpindah, mereka suka meletakkan
benda-benda sesuai dengan tempatnya. Apabila ada buku atau pensil yang tidak
terletak di tempatnya, anak akan mengembalikan buku atau pensil tersebut ke
tempatnya. Dan bahkan sebelum memasuki periode ini mereka sering menjadi marah
jika melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya.
2. Sensitive periods for details (1 – 2 tahun)
Anak-anak akan memusatkan perhatiannya pada
hal-hal yang kecil. Sebagai contoh, mereka dapat mendeteksi adanya serangga
yang kecil yang tidak terperhatikan oleh orang dewasa. apabila mereka melihat
suatu gambar, mereka akan mengabaikan obyek utama gambar dan akan beralih
memperhatikan hal-hal kecil yang ada dilatar belakang obyek utama gambar.
Kepedulian akan detail ini menandakan perubahan di dalam perkembangan psikis anak.
3. Sensitive periods for using hands (18 bulan –3 tahun)
Anak-anak secara konsisten menggenggam
benda-benda yang disentuhnya. Anak-anak menyukai aktivitas membuka dan menutup
benda-benda (dengan seluruh telapak tangannya), memasukan benda-benda ke dalam
suatu wadah, menuangkannya keluar dan memasukkannya kembali (dengan seluruh
telapak tangannya). Selama dua tahun berikutnya atau lebih mereka memperbaiki
gerakan dan indera sentuhan mereka.
4. Sensitive periods for movements
Periode kepekaan yang paling mudah dibaca
adalah berjalan. Belajar berjalan adalah sejenis kelahiran kedua, anak berubah
dari makhluk yang tidak berdaya menjadi makhluk yang aktif. Anak-anak didorong
oleh implus yang tidak bisa dilawan dalam upaya mereka untuk berjalan, dan
mereka berjalan dengan bangga seolah-olah mereka telah menemukan caranya.
5. Sensitive periods for learning language
Secara tidak sadar (3 bln - 3 thn) Anak-anak menyerap
bunyi-bunyi, kata-kata, dan tata bahasa dari lingkungannya. Anak-anak
mempelajari bahasa tanpa banyak memikirkannya, anak-anak tidak pernah
memikirkan imbuhan dapat mengubah suatu arti, atau anak-anak penutur bahasa
inggris yang tidak pernah memikirkan tenses, atau anak-anak penutur bahasa
spanyol yang tidak pernah memikirkan tentang kata benda yang berubah mengikuti
subjeknya, anak-anak tidak pernah berpikir sekeras itu untuk mempelajari bahasa
ibunya. · Secara sadar (3 - 6 tahun) Jika pada usia 3 bulan sampai dengan 3
tahun anak-anak mempelajari bahasa secara tidak sadar, anak-anak pada usia 3
sampai dengan 6 tahun mempelajari bahasa dengan sadar. Dengan tidak kehilangan
masa peka-nya, anak mempelajari bentuk- bentuk tata bahasa baru dengan penuh
kesadaran.[3]
C.
Kesimpulan
Maria Montessori juga meyakini
bahwa dalam tahun-tahun awal
kehidupan,seorang anak memiliki masa peka (sensitif
priods).
Menurut montessori ada
5 masa sensitif, yaitu:
1. Sensitive periods for order (0 – 3 tahun)
2. Sensitive periods for details (1 – 2 tahun)
3. Sensitive periods for using hands (18 bulan –3 tahun)
4. Sensitive periods for movements
5. Sensitive periods for learning language
REFERENSI
1.
Ki
Fudyartanta – Psikologi Perkembangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar