Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Maret 2014

Bahasa dan Logika

Logika
Logika ialah ilmu berpikir yang tepat, logika sekedar menunjukkan adanya kekeliruan didalam rantai proses pemikiran sehingga kekeliruan itu dapat dielakkan, maka hakekat dari logika dapat pula disebut sebagai teknik berpikir.
Bahasa
Bahasa merupakan alat dari proses pemikiran atau alat dari logika.
Hubungan Bahasa dan Logika
Dapat dijelaskan bahwa hasil yang diperoleh dari mempergunakan suatu teknik (logika), akan tergantung dari baik-buruknya alat bahasa yang digunakan.
Penggunaan bahasa sebagai alat logika harus memperhatikan perbedaan antara bahasa sebagai alat logika dan bahasa sebagai alat kesusasteraan. Kita ambil contoh dari pernyataan “Lukisan itu tidak jelek”, maka yang saya maksud lukisan itu belum dapat dikatakan indah, atau saya bermaksud lukisan itu belum dapat dikatakan indah, namun saya tidak berani untuk mengatakan bahwa lukisan itu jelek. Logika hanya dapat memperhitungkan penilaian-penilaian yang isinya dirumuskan secara seksama, tanpa suatu nilai perasaan.
Penggunaan bahasa sebagai alat dari logika masih memiliki kekurangan. Contohnya puisi yang diubah ke dalam bentuk prosa. Puisi tadi akan kehilangan nilai puisi-nya, pikiran yang tadi muncul didalam puisi dengan indahnya tidak lagi menghantarkan maknanya kepada si pembaca. Hakekat kesusastraan berada di atas hubungan dan batas-batas logika, bahkan keindahana dalam puisi bertentangan syarat-syarat logika.
Begitu pula terjadi didalam peribahasa, perumpamaan-perumpamaan yang timbul dalam kehidupan sehari-hari mungkin dapat dimengerti seperti “bintang lapangan”, “kupu-kupu malam”. Syarat-syarat logika dalam pembentukan peribahasa diabaikan didalam susunan kata –katanya dan isinya.
Bahasa sebagai alat logika memiliki kekurangan–kekurangan, karena sebagaian besar bahasa berkembang dan dipengaruhi oleh proses berpikir secara pre-logis (tidak logis) seperti simbolisme didalam mitologi.
Jadi,bahasa memiliki dua fungsi yang dilihat dari segi perkembangannya. Bahasa lebih mudah digunakan pada kesusastraan daripada sebagai alat pemikiran ilmiah umumnya khususnya pada logika.
PENGERTIAN DAN TERM
Arti Pengertian dan Term
Pengertian adalah gambaran dari sesuatu yang ada dalam pikiran kita yang dapat dilihat oleh akal kita. Pengertian juga disebut juga sebagai ” konsep terhadap sesuatu”. Sedangkan term adalah ungkapan pengertian dalam bentuk kata atau beberapa kata.
Misal : Istilah “biologi” yang terbentuk dari dua suku kata yaitu “bios” dan “logos”. Ide atau konsep yang terkandung dalam dua rangkaian kata itu disebut sebagai pengertian atau apa yang dimaksud dengan istilah “biologi”. Sedangkan istilah “biologi” itu adalah term.
Kata “manusia”, dalam gambaran kita bila orang menyebut “manusia”, telah tergambar dalam akal budi tentang apa yang ditunjukkan dengan kata”manusia” itu. Gambaran inilah yang disebut sebagai pengertian, sedangkan kata “manusia” yang merupakan ekspresi dari dari pengertian itu disebit dengan term.
Jadi ekspresi pengertian dalam bentuk kata atau beberapa kata disebut term.
Term sebagai ungkapan pengertian, jika terdiri dari satu kata atau satu istilah maka term dikatakan sebagai term sederhana atau term simpel, seperti manusia , gajah, negara, dan lainnya. Dan jika terdiri dari beberapa kata maka term itu dinamakan term komposit atau term kompleks, misal : reaktor atom, sejarah kontemporer, sejarah ekonomi, dan sebagainya. Term komposit ini walaupun masing-masing bagian mempunyai pengertian sendiri-sendiri, tetapi jika digabungkan hanya menjadi satu pengertian.
Kata atau istilah yang untuk mengungkapkan pengertian juga sebagai simbol dari pengertian. Term berarti kata suatu kesatuan kata-kata yang dapat dipergunakan sebagai subyek atau prediket logika. Term (kata) yang tak mungkin digunakan dalam logika bukanlah merupakan sebuah term, meskipun setiap term itu terdiri dari kata-kata. Dengan demikian dapat dikatakan juga term adalah simbol atau kesatuan beberapa simbol yang dapat untuk menyatakan suatu pengertian. Kata sebagai simbol yang dapat untuk menyatakan suatu pengertian dibedakan atas menjadi dua macam yaitu kata kategorimatis dan kata sinkategorimatis. Kata kategorimatis ialah kata yang dapat mengungkapkan sepenuhnya suatu pengertian yang berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain, meliputi: nama diri, kata sifat, istilah yang mengandung pengertian umum. Kata sinkategorimatis ialah kata yang tidak adapat mengungkapkan suatu pengertian yang berdiri sendiri jika tidak dibantu oleh kata lain, misalnya kata: adalah, jika, semua, maka, dan sebagainya.
KONOTASI DAN DENOTASI
Setelah mengerti dengan pengertian term, selanjutnya yang penting diketahui adalah konotasi dan denotasi. Konotasi dengan istilah lain berarti intensi atau isi, sedangkan denotasi dengan istilah lainnya berarti ekstensi atau lingkungan. Konotasi dan denotasi term ini merupakan hal mutlak untuk penalaran.
Konotasi
Konotasi adalah keseluruhan arti yang dimaksudkan oleh suatu term. Yang dimaksudkan dengan keseluruhan arti adalah kesatuan antara unsur dasar dengan sifat pembeda yang bersama-sama membentuk suatu pengertian. Jadi, jika ingin menguraikan konotasi suatu term tidak jarang harus menggunakan banyak kata. Dengan menggunakan bahasa yang mudah dapat dinyatakan bahwa konotasi tidak lain adalah isi atau apa yang termuat dalam suatu term, misal term”manusia:
Konotasi term manusia adalah “hewan yang berakal budi” atau secara terurai dapat dirumuskan “substansi (unsur dasar) yang berbadan, berkembang, berperasa dan berakal (sifat-sifat pembeda)”.
Konotasi term ”demokrasi” adalah suatu bentuk pemerintahan (sebagai unsur dasar atau jenis) yang berdasarkan atas tuntutan dari rakyat yang dipertimbangkan oleh rakyat untuk kepentingan rakyat (sebagai sifat pembeda).
Konotasi kata term “hukum” adalah peraturan (sebagai unsure dasar atau jenisnya) yang bersifat memaksa (sebgai sifat pembeda atau pemisahnya)
Di sini jelas bahwa konotasi term adalah suatu definisi. Tetapi tidak semua definisi adalah konotasi term., hal ini akan dibahas pada bab definisi.
Denotasi
Setiap term mempunyai denotasi atau lingkungan. Denotasi adalah keseluruhan hal yang ditunjuk oleh term, atau dengan kata lain keseluruhan hal sejauh mana term itu dapat diterapkan. Contoh diatas tadi meliputi “manusia”, “demokrasi”, “hukum”, denotasinya sebagai berikut:
Denotasi term “manusia” yang didefinisikan sebagai hewan berakal , dapat diterapkana pada bangsa Indonesia, bangsa Cina, bangsa Yahudi.
Denoatasi term ”demokarasi” ynag telah didefinisikan, dapat diterapkan sebagai demokrasi Indonesia, demokarasi Amerika.
Denotasi term ”hukum” yang telah didefinisikan, dapat diterapkan pada hukum pidana, hukum perdata, hukum positif, dan dalam bentuk hukum lainnya.
Denotasi term ini menunjukkan suatu himpunana, karena sejumlah hal-hal yang ditunjukkan itu menjadi suatu kesatuan denag ciri-ciri tertentu. Atau, dengan adanya sifat-sifat yang diuraikan oleh konotasi (isi term) maka dapatlah dihimpun beberapa hal tertentu
Hubungan Konotasi dan Denotasi
Kalau denotasi diartikan luas cakupannya dari suatu term, sedangkan konotasi berarti isi yang dikandung term itu. Antara denotasi dengan konotasi mempunyai kaitan yang erat, sebab keduanya saling ketergantungan. Jika konotasi bertambah maka denotasi berkurang, dan sebaliknya. .Untuk itu digunakan dalam kaedah seperti berikut ini:
1. Jika denotasi bertambah, konotasi berkurang
2. Jika denotasi berkurang, konotasi bertambah
3. Jika konotasi bertambah, denotasi berkurang
4. Jika konotasi bertambah, denotasi berkurang.
Contoh : term “demokrasi”, jika hanya kata demokrasi saja, maka denotasinya yang dapat dicakupnya sangat luas, baik demokrasi Amerika Serikat, demokrasi di Uni Sovyet, dan demokrasi yang ada di Indonesia. Tetapi bila ditambah dengan ciri pembeda dengan kata “pancasila”, dalam arti “demokrasi pancasila”, maka hanya dapat diterapkan dalam diterapkan di negara yang berdasarkan “pancasila” saja, yaitu negara Indonesia saja.
Contoh lain misalnya term “negara”. Jika penggunaan term ”negara” ini sebagai konotasinya adalah “organisasi masyarakat dalam suatau wilayah yang bertujuan kesejahteraan umum dan tunduk pada satu pemerintahan pusat”, maka denotasinya ialah semua negara-negara yang ada di dunia sejak dahulu hingga sekarang, Jika pada konotasi term “negara” ini ditambahkan dengan “tunduk pada satu pemerintahan pusat yang dipilih oleh rakyat”, maka penambahan ini ini akn melahirkan pengertian baru yaitu “negara demokrasi”. Dengan demikian denotasinya tidak memasukkan negara-negara totaliter dan negara-negara absolut dan bentuk-bentuk lainnya.
JENIS-JENIS TERM
Pembagian term menurut konotasi
Term konkrit artinya suatu term yang menunjukkan suatu benda yang mempunyai kualitas dan eksistensi, seperti meja, rumah, dan radio
Term abstrak yaitu term yang menyatakan kualitas atau kualitas yang terlepas dari eksistensi tertentu, misalnya putih, merah dan kekuatan, kepahlawanan.
Pembagian term menurut denotasi
a) Term umum yaitu dapat mencakup setiap anggota suatu klas dengan arti yang sama, misalnya: mahasiswa, buku, warga, dan lain-lain. Kemungkinan pemakaian term umum bagi benda-benda yang terbatas jumlahnya dalam suatu klas tergantung pada kenyataan bahwa benda-benda ini memilki sifat umum. Term Umum masih dibagi menjadi :
Universal: Sifat umum yang berlaku di dalamnya tidak terbatas oleh ruang dan waktu, misal orang , manusia, mahasiswa.
Kolektif : Sifat umum yang berlaku di dalamnya menunjukkan pada suatu kelompok tertentu sebagaian kesatuan, misalnya : rakyat Indonesia, bangsa Cina, Mahasiswa UGM.
Term Khusus : yaitu hanya menunjukan sebagian dari keseluruhan sekurang-kurangnya satu bagian atau satu hal. term khusus juga dibedakan yaitu :
Partikuler : Sifat khusus yang berlaku di dalamnya hanya menunjukan sebagian tidak tertentu dari suatau keseluruhan, misalnya: sebagian manusia, sebagian mahasisiwa, sebagian hewan yang dapat hidup di air.
Singular : sifat khusus yang berlaku di dalamnya hanya menunjukkan pada satu hal atau satu himpunan yang mempunyai hanya satu anggota, misalnya: presiden pertama RI, dosen logika FIB.
Pembagian Term menurut kandungan makna.
Makna penuh yaitu bila makna suatu term itu betul-betul sepenuhnya arti yang yang dikandungnya. Seperti: “Saya membeli rumah”, pengertian rumah di sini betul-betul rumah dalam arti yang sebenarnya bukan sebagian dari rumah.
Makna kandungan yaitu bila dengan term itu yang dimaksud hanya sebagian dari term yang dinyatakan. Seperti : “Saya sedang memompa sepeda”, maka yang dipompa adalah ban sepeda, bukan sepeda.
Makna lazim yaitu bila term itu yang dimaksud sama sekali dikeluarkannya, tetapi lazim mengikuti trem yang disebut. Seperti: “Tadi pagi saya memasak di rumah”, maksudnya ialah memasak di dapur, sebab dapur adalah bagian dari rumah.
Pembagian term menurut kategori
Substansi, suatu zat dasar yang diliki oleh suatu yang dapat berdiri sendiri; manusia, singa, pohon, bunga adalah semua pengertian yang dinyatakan secara gramatikal.
Kuantitas, jumlah atas sekian banyak diri atau pun satu diri yang memiliki besaran atau ukuran/memiliki nilai dan satuan; besar, kecil, panjang, lebar, dalam, dan sejenisnya.
Kualitas, sifat perwujudan sebagai ciri atau tanda pengenal; putih, panas, dingin, bagus, baik, dan sejenisnya.
Relation (hubungan), hubungan dengan berbagai hal lain; mirip, sama, majikan, hamba, guru, murid, dan sejenisnya.
Aksi (tindakan), tindakan yang mempengaruhi dalam perbuatan; membangun, mengajar, melahirkan, dan sejenisnya.
Passi, kesan yang dipengaruhi dari perbuatan; dibangun, diajar, dilahirkan, dan sejenisnya
Ruang, tempat yang menyertai di mana sesuatu itu ada; di sini, di situ, di rumah, di kamar, dan sejenisnya.
Waktu, tempo yang menyertai kapan sesuatu itu ada; sekarang, kemarin, besok, bulan depan, dan sebagainya.
Posisi, kedudukan sesuatau itu berada dalam suatu tempat; duduk berdiri, berlutut, dan sebagainya.
Keadaan, kepunyaan khusus yang menyertai kedudukan; bersenjata, berpakaian, dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Abri, Ali.1991,Pengantar Logika Tradisional,Surabaya:Usaha Nasional
Bakry, Noor Ms,1986,. Logika Praktis Bagian Pertama, Yogyakarata: Liberty
Hutabarat,1967, Logika. Djakarta: Erlangga

Kamis, 26 September 2013

Konstalasi Tai Manusia

oleh: Adib Tamami
Mendengar kata benda ini, pasti kita akan menutup telinga atau bahkan akan mengumpat karena kita terlalu takut mengingat ataupun membayangkan benda yang indah ini. Syahdan, itulah Tai. Benda nan eksotik yang berwarna mentereng ini sering kita buang bahkan kita tinggalkan begitu saja tanpa ada perawatan. Hehehe…

Seringkali aku bertanya, mengapa aku dan manusia lain begitu jijik dengan Tai (bahkan hewan pun juga jijik dengan Tainya)? Padahal bila kita piker secara sederhana, tai adalah sebuah hasil (output) dari mesin produksi (yaitu tubuh kita). Dan apa bedanya dengan oksigen (yang juga merupakan sebuah hasil/output) yang diproduksi oleh tumbuhan? Sulit dijelaskan.

Seharusnya kita harus tahu bahwa Tai yang kita kenal selama ini ternyata sudah diteliti oleh lebih dari jutaan sejarawan terkemuka didunia. Pendapat pun muncul dimana mana, ada yang menganggap bahwa tai itu adalah suatu obat, jimat, makanan, dan lain lain.

pada tahun 2000 SM, sejarawan terkenal berkebangsaan China bernama Taikung mengemukakan pendapat yang menggemparkan dunia bahwa dia menyatakan Tai itu adalah makanan, obat, sabun, pasta gigi, dan kebutuhan primer sehari hari manusia lainnya pada jaman prasejarah, dan pada saat itu tai harganya lebih mahal dari sebongkah emas. Pendapat ini diperkuat dengan adanya penemuan penemuan Artefak yang menggambarkan hubungan tai dan manusia.

Kebanyakan Orang Sering Memakan Tai mereka sendiri, Ini dikarenakan adanya Sifat Hemat atau Sifat tidak Mubazzir, Sehingga pada saat melakukan adegan berak, Orang tersebut memasang jaring di bawah pantatnya agar Tai mereka bisa ter-safety untuk dicicipi kembali. Dan juga bisa dibagikan kepada tetangga mereka (Hati-Hati Jika Punya Tetangga!).

Karena hal demikian itulah, akhir-akhir ini ilmuwan dunia berlomba-lomba untuk membuat mesin waktu karena ingin kembali ke masa lalu dimana Tai menjadi barang berharga. Para ilmuwan berkeinginan untuk menjual tai mereka ke masa prasejarah tersebut (masalah tahun belum diketahui tepatnya ketika tai itu menjadi barang yang lebih mahal dari emas)
Berbeda lagi dengan Mitsuyuki Ikeda, ilmuwan asal Okayama Laboratory. Dia yakin bahwa banyak protein bagus di dalam kotoran manusia yang bisa dimanfaatkan. Untuk itu, Dia mencari cara untuk mengekstraknya, mencampurnya dengan saus steak dan berhasil membuat kotoran itu menjadi makanan.

Orang mungkin bertanya-tanya apa alasannya melakukan hal itu. Tetapi ternyata, alasan utamanya adalah permintaan dari pemerintah Tokyo sendiri. Sebagai informasi, Tokyo saat ini kewalahan dengan lumpur selokan bawah tanah (Tai yang dibuang) dan satu-satunya cara untuk mengatasinya selain dengan membuang ke laut adalah dengan memakan ‘kotoran-kotoran’ tersebut. Hehehehe, aseek-aseek…!!!

Saat diteliti, Ikeda mendapati bahwa lumpur itu penuh dengan protein karena banyaknya konten bakteria di sana. Setelah dikombinasikan dengan peningkat reaksi dan menempatkannya di mesin ajaib yang disebut ‘exploder’, akhirnya steak buatan berhasil dibuat. Ajiiibb….!!!

Lumpur kotoran (Tai) itu mengandung 63 persen protein, 25 persen karbohidrat, 3 persen vitamin yang larut dalam lemak, serta 9 persen mineral. Adapun steak buatan yang dihasilkan pun warnanya juga merah, jadi konsumen tidak akan mengetahui bahwa yang akan ia makan merupakan tinja olahan.

Terlepas dari pandangan Agama terhadap Tai, Mungkin langkah yang dilakukan oleh Mitsuyuke Ikeda ini adalah hal yang aneh dan sulit dipercayai. Tetapi di balik itu semua terdapat sebuah semangat untuk menyelamatkan Bumi dari timbunan Tai manusia. Langkah Ikeda ini juga sangat membantu manusia untuk menyelesaikan masalah sanitasi yang mengepung dirinya dan masalah kelangkaan pangan yang terjadi di setiap sudut benua. Semoga…!!!

Mungkin cukup sekian ungkapan kegalauan saya. Mungkin tulisan ini tidak menarik bagi anda-anda. Tetapi minimal anda tetap menjaga ketertarikan anda kepada saya. Untuk menutup tulisan ini mungkin akan kututup dengan beberapa kegunaan dan jenis-jenis Tai yang ada di dunia. Selamat mencoba…!!!

Beberapa Kegunaan Tai
  • Dipakai Untuk pelengkap waktu Berak 
  • Bumbu Masakan 
  • Hadiah Ulang Tahun 
  • Cemilan 
  • Racun 
  • Diemut-emut 
  • Dilempar Ke Teman 
  • Dimasukin Ke Mulut Pacar 
  • Dijilat-Jilat 
  • Pupuk 
  • Dibikin Tempe Bachem 
  • Pengganti Permen Jahe 
  • Pewangi Ruangan
  • Obat Nyamuk
  • Obat Orang (RACUN)
  • Untuk photo profil Facebook
  • Alat Transaksi
  • Alat Band
  • Untuk nangkap sinyal Wi-Fi
  • Untuk Disiram
  • Untuk dibuang di meja Rektor
  • Untuk ditelan
  • Pelicin waktu Onani
  • Bahan baku Kopi Luwak
  • Diremes-remes klo lagi gemes
  • Untuk Bedak dan Facial
  • Untuk Cat Dinding
  • Hiasan ruang tamu
Beberapa Jenis Tai
  • Tai Berdarah (Ambeyen)
  • Tai Berduri (Abis Makan Kulit Duren)
  • Tai Harum (Abis Minum Parfum)
  • Tai Chi (Jurus Bela Diri sambil lempar tai ke musuh)
  • MencinTai (Berpacaran Dengan Tai)
  • Taiwan (Tai Milik Si Iwan)
  • Tailand (Tai ditelan Dr. Boyke)
  • UnTai-an (Menguntaikan Sebuah Kata Tai)
  • HenTAI (Tai yang Berbentuk Kartun)
  • Taimu (Tai Ku)
  • Taek kon !! (Bahasa Jawa yang sangat halus)
  • Tailaso (Bahasa Makassar)
  • Kontai (Kotoran Penis)
  • Muangtai (Gunung yang Penuh Tai)
  • Kutai (Kota dan Kerajaan di indonesia yang Penuh Tai)
  • Tai Pantat (Berak/kepet)
  • Keong Racun (Tai Keong)
  • Malaysia (Negeri Tai)
  • Kamu (Pembuang Tai)
  • Anda (Pemakan Tai)
  • Kalian (Pemakan Tainya Sendiri)
  • Satai (tai kecil-kecil ditusuk lidi,makanan favorit orang jawa jijay)
  • Tai Ping Sang (Tai yang bisa jadi obat)                                                                                                                                                                                                                                                       

Senin, 23 September 2013

JENIS GALAU YANG MELANDA ANAK MUDA JAMAN SEKARANG

Galau. Itulah fenomena yang sedang merebak di Indonesia. Boleh dibilang galau itu adalah penyakit menular masa kini. Apakah itu galau? Galau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu: ber•ga•lau : sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran); ke•ga•lau•an : sifat (keadaan hal) galau. Biasanya galau ini melanda anak-anak muda pada umumnya dan yang memiliki status jomblo pada khususnya. Seandainya saja ada jurusan khusus yang mengatasi masalah kegalauan mungkin akan banyak peminatnya.

Berikut ini jenis-jenis kegalauan:

1. GADUNGAN adalah singkatan dari GAlau menDUNG dan hujAN. Galau jenis ini biasanya banyak bermunculan ketika musim hujan tiba, sama seperti halnya jamur yang tumbuh di musim hujan.

2. GAMPANGAN adalah singkatan dari GAlau Mencari PAsaNGAN. Galau jenis ini dikarenakan belum mendapat pasangan yang dapat mengubah hidupnya.

3. GABUNGAN adalah singkatan dari GAlau BUtuh pasaNGAN. Galau ini dikarenakan belum mendapat pasangan dan sangat membutuhkan sekali pasangan untuk mengobati kegalauannya yang sangat akut.

4. GARUT adalah singkatan dari GAlau RUTin. Jenis ini menjadikan galau sebagai rutinitas sehari-harinya. Sepertinya “Tiada hari tanpa galau.” telah menjadi motto hidupnya.

5. GANTENG adalah singkatan dari GAlau di atas geNTENG. Galau jenis ini mempunyai tempat khusus untuk mencurahkan kegalauannya yaitu di atas genteng.

6. GAJIAN adalah singkatan dari GAlau uJIAN. Galau jenis ini terjadi pada saat sebelum, sedang dan setelah ujian.

7. GRATIS adalah singkatan dari GAlau RAda auTIS. Galau jenis ini menyebabkan pendertinya terlihat seperti orang yang memiliki dunia sendiri atau biasanya disebut autis.

8. GARUDA adalah singkatan dari GAlau membuRU janDA. Galau jenis ini contohnya terjadi pada artis Raffi Ahmad yang menyukai janda seperti Yuni Shara.

9. GARONG adalah singkatan dari GAlau ROkok dan NGopi. Penderita galau jenis ini biasanya menyalurkan kegalauannya sambil merokok dan minum kopi.

10. GATRAGATRA adalah singkatan dari GAlau TRAgis. Galau jenis ini terjadi seakan-akan penderitanya telah mengalami tragedi yang sangat hebat.

11. GARING adalah singkatan dari GAlau RINGan. Gejala kegalauan jenis ini terjadi tidak begitu akut namun tetap saja menular.

12. GANGSTER adalah singkatan dari GAlau NGeneS TERus. Galau jenis ini sangat berbahaya karena tidak hanya menular namun juga dapat menyebabkan emosi.

13. GSM adalah singkatan dari Galau Setiap Malam. Galau jenis ini sama halnya dengan galau rutin namun waktunya lebih spesifik lagi yaitu pada malam hari.

14. GAPLEH adalah singkatan dari GAlau Pegang LEHer. Galau jenis ini ditandai dengan memegang-megang lehernya ketika penderita mengalami kegalauan.

15. GANESHA adalah singkatan dari GAlau NElpon Setiap HAri . Penderita galau jenis ini biasanya setiap hari menelpon seseorang untuk mencurahkan kegalauannya.

16. GARUK adalah singkatan dari GAlau baRU Kemarin. Penderita galau jenis ini adalah penderita yang baru pertama kalinya mengalami kegalauan.

17. GATOTKACA adalah singkatan dari GAlau meloTOTin muKA di kaCA. Galau jenis ini terjadi pada saat penderita sedang bercermin memandangi wajahnya.

18. GAYUS adalah singkatan dari GAlau melaYU Sendu. Galau jenis ini terjadi pada saat mendengarkan lagu-lagu pop melayu berirama sendu.

19. GPS adalah singkatan dari Galau Pinggir Sungai. Penderita galau jenis ini mempunyai tempat khusus untuk mencurahkan segala kegalauannya.

20. GAMANG adalah singkatan dari GAlau bersaMA NGobrol. Galau jenis ini terjadi pada sekelompok penderita kegalauan yang berkumpul menceritakan kegalauannya masing-masing.

21. GAPTEK adalah singkatan dari GAlau Pakai TEKnologi. Penderita galau jenis ini menggunakan fasilitas berbau teknologi seperti: facebook, twitter, Blackberry Messenger, yahoo messenger dsb; untuk mencurahkan kegalauannya.

22. GAMIS adalah singkatan dari GAlau MInta Simpati. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya terlihat seperti terguncang jiwanya dan orang yang melihatnya akan merasa iba karenanya.

23. GALAK adalah singkatan dari GAlau LAKi. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya terlihat lebih jantan, bijaksana dan berwibawa dari biasanya.

24. GANTAR adalah singkatan dari GAlau main giTAR. Penderita galau jenis ini mencurahkan kegalauannya dengan bermain gitar menyanyikan lagu-lagu yang menyayat hati.

25. GANJA adalah singkatan dari GAlau maNJA. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi manja kepada setiap orang yang ada di dekatnya.

26. GALANG adalah singkatan dari GAlau LANGka. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi jarang terlihat karena ia mencari tempat yang sepi untuk mencurahkan kegalauannya.

27. GADING adalah singkatan dari GAlau DINGin. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi dingin menyikapi segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

28. GASING adalah singkatan dari GAlau puSING. Galau jenis ini menyebabkan seseorang yang ada didekatnya menjadi pusing akibat tingkah laku yang dilakukan olehnya.

29. GALENDO adalah singkatan dari GAlau terLENa DOrama. Galau jenis ini diakibatkan penderita terlena dengan jalan cerita yang ada pada saat menonton dorama.

30. GADIS adalah singkatan dari GAlau seDIh Sekali. Galau jenis ini mengakibatkan raut muka penderitanya terlihat sedih sekali.

31. GAJAH adalah singkatan dari GAlau JAHat. Galau jenis ini berakibat penderitanya menjadi bersikap jahat kepada semua orang.

Sebenarnya masih ada kegalauan yang lainnya, namun saya galau mau meneruskan tulisan ini atau tidak. Tunggu saja tidak mungkin akan ada edisi selanjutnya.

                                                                                                 oleh: Adib Tamami