Mendengar kata benda ini, pasti kita akan menutup telinga atau bahkan akan mengumpat karena kita terlalu takut mengingat ataupun membayangkan benda yang indah ini. Syahdan, itulah Tai. Benda nan eksotik yang berwarna mentereng ini sering kita buang bahkan kita tinggalkan begitu saja tanpa ada perawatan. Hehehe…
Seringkali aku bertanya, mengapa aku dan manusia lain begitu jijik dengan Tai (bahkan hewan pun juga jijik dengan Tainya)? Padahal bila kita piker secara sederhana, tai adalah sebuah hasil (output) dari mesin produksi (yaitu tubuh kita). Dan apa bedanya dengan oksigen (yang juga merupakan sebuah hasil/output) yang diproduksi oleh tumbuhan? Sulit dijelaskan.
Seharusnya kita harus tahu bahwa Tai yang kita kenal selama ini ternyata sudah diteliti oleh lebih dari jutaan sejarawan terkemuka didunia. Pendapat pun muncul dimana mana, ada yang menganggap bahwa tai itu adalah suatu obat, jimat, makanan, dan lain lain.
pada tahun 2000 SM, sejarawan terkenal berkebangsaan China bernama Taikung mengemukakan pendapat yang menggemparkan dunia bahwa dia menyatakan Tai itu adalah makanan, obat, sabun, pasta gigi, dan kebutuhan primer sehari hari manusia lainnya pada jaman prasejarah, dan pada saat itu tai harganya lebih mahal dari sebongkah emas. Pendapat ini diperkuat dengan adanya penemuan penemuan Artefak yang menggambarkan hubungan tai dan manusia.
Kebanyakan Orang Sering Memakan Tai mereka sendiri, Ini dikarenakan adanya Sifat Hemat atau Sifat tidak Mubazzir, Sehingga pada saat melakukan adegan berak, Orang tersebut memasang jaring di bawah pantatnya agar Tai mereka bisa ter-safety untuk dicicipi kembali. Dan juga bisa dibagikan kepada tetangga mereka (Hati-Hati Jika Punya Tetangga!).
Karena hal demikian itulah, akhir-akhir ini ilmuwan dunia berlomba-lomba untuk membuat mesin waktu karena ingin kembali ke masa lalu dimana Tai menjadi barang berharga. Para ilmuwan berkeinginan untuk menjual tai mereka ke masa prasejarah tersebut (masalah tahun belum diketahui tepatnya ketika tai itu menjadi barang yang lebih mahal dari emas)
Berbeda lagi dengan Mitsuyuki Ikeda, ilmuwan asal Okayama Laboratory. Dia yakin bahwa banyak protein bagus di dalam kotoran manusia yang bisa dimanfaatkan. Untuk itu, Dia mencari cara untuk mengekstraknya, mencampurnya dengan saus steak dan berhasil membuat kotoran itu menjadi makanan.
Orang mungkin bertanya-tanya apa alasannya melakukan hal itu. Tetapi ternyata, alasan utamanya adalah permintaan dari pemerintah Tokyo sendiri. Sebagai informasi, Tokyo saat ini kewalahan dengan lumpur selokan bawah tanah (Tai yang dibuang) dan satu-satunya cara untuk mengatasinya selain dengan membuang ke laut adalah dengan memakan ‘kotoran-kotoran’ tersebut. Hehehehe, aseek-aseek…!!!
Saat diteliti, Ikeda mendapati bahwa lumpur itu penuh dengan protein karena banyaknya konten bakteria di sana. Setelah dikombinasikan dengan peningkat reaksi dan menempatkannya di mesin ajaib yang disebut ‘exploder’, akhirnya steak buatan berhasil dibuat. Ajiiibb….!!!
Lumpur kotoran (Tai) itu mengandung 63 persen protein, 25 persen karbohidrat, 3 persen vitamin yang larut dalam lemak, serta 9 persen mineral. Adapun steak buatan yang dihasilkan pun warnanya juga merah, jadi konsumen tidak akan mengetahui bahwa yang akan ia makan merupakan tinja olahan.
Terlepas dari pandangan Agama terhadap Tai, Mungkin langkah yang dilakukan oleh Mitsuyuke Ikeda ini adalah hal yang aneh dan sulit dipercayai. Tetapi di balik itu semua terdapat sebuah semangat untuk menyelamatkan Bumi dari timbunan Tai manusia. Langkah Ikeda ini juga sangat membantu manusia untuk menyelesaikan masalah sanitasi yang mengepung dirinya dan masalah kelangkaan pangan yang terjadi di setiap sudut benua. Semoga…!!!
Mungkin cukup sekian ungkapan kegalauan saya. Mungkin tulisan ini tidak menarik bagi anda-anda. Tetapi minimal anda tetap menjaga ketertarikan anda kepada saya. Untuk menutup tulisan ini mungkin akan kututup dengan beberapa kegunaan dan jenis-jenis Tai yang ada di dunia. Selamat mencoba…!!!
Beberapa Kegunaan Tai
- Dipakai Untuk pelengkap waktu Berak
- Bumbu Masakan
- Hadiah Ulang Tahun
- Cemilan
- Racun
- Diemut-emut
- Dilempar Ke Teman
- Dimasukin Ke Mulut Pacar
- Dijilat-Jilat
- Pupuk
- Dibikin Tempe Bachem
- Pengganti Permen Jahe
- Pewangi Ruangan
- Obat Nyamuk
- Obat Orang (RACUN)
- Untuk photo profil Facebook
- Alat Transaksi
- Alat Band
- Untuk nangkap sinyal Wi-Fi
- Untuk Disiram
- Untuk dibuang di meja Rektor
- Untuk ditelan
- Pelicin waktu Onani
- Bahan baku Kopi Luwak
- Diremes-remes klo lagi gemes
- Untuk Bedak dan Facial
- Untuk Cat Dinding
- Hiasan ruang tamu
- Tai Berdarah (Ambeyen)
- Tai Berduri (Abis Makan Kulit Duren)
- Tai Harum (Abis Minum Parfum)
- Tai Chi (Jurus Bela Diri sambil lempar tai ke musuh)
- MencinTai (Berpacaran Dengan Tai)
- Taiwan (Tai Milik Si Iwan)
- Tailand (Tai ditelan Dr. Boyke)
- UnTai-an (Menguntaikan Sebuah Kata Tai)
- HenTAI (Tai yang Berbentuk Kartun)
- Taimu (Tai Ku)
- Taek kon !! (Bahasa Jawa yang sangat halus)
- Tailaso (Bahasa Makassar)
- Kontai (Kotoran Penis)
- Muangtai (Gunung yang Penuh Tai)
- Kutai (Kota dan Kerajaan di indonesia yang Penuh Tai)
- Tai Pantat (Berak/kepet)
- Keong Racun (Tai Keong)
- Malaysia (Negeri Tai)
- Kamu (Pembuang Tai)
- Anda (Pemakan Tai)
- Kalian (Pemakan Tainya Sendiri)
- Satai (tai kecil-kecil ditusuk lidi,makanan favorit orang jawa jijay)
- Tai Ping Sang (Tai yang bisa jadi obat)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar