Kamis, 30 Oktober 2014

POTRET KUSAM REMAJA KITA



Masa remaja merupakan masa untuk mencari jati diri dimana otak dan kepala mengalami perubahan. Masa peralihan dari masa anak-anak ke dewasa biasa hingga akhirnya disebut masa remaja akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis. Perubahan yang terlihat di masa remaja adalah pada perilaku, terkadang tidak rasional, tetapi kadang berperilaku agresif tanpa alasan. Dari sisi yang lain masa remaja mempunyai kebutuhan yang besar akan adanya kasih sayang dan kebebasan.
Menurut para ahli yaitu Sri Rumini dan Siti Sundari dapat dipaparkan bahwa definisi remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia antara 12-22 tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikologis. Sebenarnya miris jika melihat keadaan remaja sekarang ini terutama kondisi moral. Seakan-akan ada degradasi moral di kalangan pelajar yang sudah sangat memprihatinkan. Keprihatinan ini tentu saja beralasan, banyak kasus-kasus kriminal yang pelakunya masih berstatus sebagai pelajar.
Suatu contoh kecil saja, remaja sekarang ini lebih menuruti ego nya dari pada keselamatan dirinya, sekarang ini banyak dijumpai anak muda sekolah dari SMP sampai SMA melakukan kegiatan balapan liar sepeda motor, kegiatan ini bisa dibilang sebagai hobby oleh mereka, penuh tantangan dan sportifitas yang mereka rasakan. Usia muda yang belum sampai berpikir dua kali akan sebab dan akibatnya jika terjadi pada diri mereka. Sebelum melakukan lomba balapan liar sepeda motor, mereka terlebih dahulu mengadakan perjanjian untuk melakukan di suatu tempat, setelah itu mereka mempersiapkan dan memperbaiki kendaraannya, menambah dan memodifikasi motornya agar kiranya bisa berjalan secepat kuda liar atau malah kuda binal dalam balapan liar yang mereka lakukan. Balapan liar sering dilakukan di tempat atau jalan yang kiranya sepi dan bagus untuk digunakan sebagai arena balapan liar, mereka balapan biasanya pulang sekolah atau tengah malam dimalam minggu, pada jam - jam ini mereka berkumpul dan memulai atraksinya disepanjang jalan yang mereka anggap aman dari kejaran patroli polisi. Bahkan jika terdapat patroli polisi mereka semakin tertantang untuk mencari dan berpindah untuk mencari tempat lainnya untuk dijadikan arena perlombaan balapan liar.
Contoh lain yang mugkin tidak kita sadari adalah maraknya elemen pendidikan yang memiliki akun di media sosial. Tidak hanya murid, bahkan guru pun juga memilikinya. Media sosial yang menjadi tempat curhat, berekspresi dengan tanpa batas. Remaja yang dalam kesehariannya berperilaku baik, berpenampilan sopan, tidak jarang di media sosial menampilkan hal yang sebaliknya. Dengan embel-embel bebas berekspresi, mereka menampilkan perilaku tanpa norma kesopanan dan adat ketimuran. Undang-undang ITE dalam konteks ini hanya mengatur hal-hal yang berbau pornografi, belum bisa membatasi apa yang dilakukan oleh para remaja di media sosial. Hal tersebut bisa berefek domino, karena dengan terlalu intens nya remaja dengan media sosial yang menawarkan bebas berekspresi, akan mengurangi kuatitas dan kualitas hubungan dengan lingkungan. Dunia maya lebih mengasyikkan daripada dunia nyata, begitu kata mereka.
Saat kita berhadapan dengan fenomena kehidupan remaja masa kini yang mengkhawatirkan,  semestinya semua pihak harus merasa bertanggung jawab karena banyak diantara remaja yang terjebak kepada jurang kesesatan yang membawa mereka kepada kemudaratan. Sekalipun sebagai manusia, seorang remaja juga memiliki tanggung jawab terhadap eksistensi dirinya, remaja memiliki peran sosial yang cukup penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, dan juga remaja merupakan manusia. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang kelak pun akan diminta pertanggung jawabannya terhadap Tuhan.
Selain itu juga peranan orang tua sangat diperlukan agar anaknya tidak terjerumus dalam lubang kemudaratan adalah dengan mengarahkan si anak agar bisa lebih menghormati dan menghargai dirinya sendiri. Toh lewat jejaring sosial facebook kita bisa mendapat informasi atau memantau polah tingkah anak yang kerap tak diketahui orang tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar