Masa
remaja merupakan masa untuk mencari jati diri dimana otak dan kepala mengalami
perubahan. Masa peralihan dari masa anak-anak ke dewasa biasa hingga akhirnya
disebut masa remaja akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik dan
psikis. Perubahan yang terlihat di masa remaja adalah pada perilaku, terkadang
tidak rasional, tetapi kadang berperilaku agresif tanpa alasan. Dari sisi yang
lain masa remaja mempunyai kebutuhan yang besar akan adanya kasih sayang dan
kebebasan.
Menurut
para ahli yaitu Sri Rumini dan Siti Sundari dapat dipaparkan bahwa definisi
remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan
rentang usia antara 12-22 tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses
pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikologis. Sebenarnya miris jika
melihat keadaan remaja sekarang ini terutama kondisi moral. Seakan-akan ada
degradasi moral di kalangan pelajar yang sudah sangat memprihatinkan.
Keprihatinan ini tentu saja beralasan, banyak kasus-kasus kriminal yang
pelakunya masih berstatus sebagai pelajar.
Suatu
contoh kecil saja, remaja sekarang ini lebih menuruti ego nya dari pada
keselamatan dirinya, sekarang ini banyak dijumpai anak muda sekolah dari SMP
sampai SMA melakukan kegiatan balapan liar sepeda motor, kegiatan ini bisa
dibilang sebagai hobby oleh mereka, penuh tantangan dan sportifitas yang mereka
rasakan. Usia muda yang belum sampai berpikir dua kali akan sebab dan akibatnya
jika terjadi pada diri mereka. Sebelum melakukan lomba balapan liar sepeda
motor, mereka terlebih dahulu mengadakan perjanjian untuk melakukan di suatu
tempat, setelah itu mereka mempersiapkan dan memperbaiki kendaraannya, menambah
dan memodifikasi motornya agar kiranya bisa berjalan secepat kuda liar atau
malah kuda binal dalam balapan liar yang mereka lakukan. Balapan liar sering
dilakukan di tempat atau jalan yang kiranya sepi dan bagus untuk digunakan
sebagai arena balapan liar, mereka balapan biasanya pulang sekolah atau tengah
malam dimalam minggu, pada jam - jam ini mereka berkumpul dan memulai
atraksinya disepanjang jalan yang mereka anggap aman dari kejaran patroli
polisi. Bahkan jika terdapat patroli polisi mereka semakin tertantang untuk
mencari dan berpindah untuk mencari tempat lainnya untuk dijadikan arena
perlombaan balapan liar.
Contoh
lain yang mugkin tidak kita sadari adalah maraknya elemen pendidikan yang
memiliki akun di media sosial. Tidak hanya murid, bahkan guru pun juga
memilikinya. Media sosial yang menjadi tempat curhat, berekspresi dengan tanpa
batas. Remaja yang dalam kesehariannya berperilaku baik, berpenampilan sopan,
tidak jarang di media sosial menampilkan hal yang sebaliknya. Dengan
embel-embel bebas berekspresi, mereka menampilkan perilaku tanpa norma kesopanan
dan adat ketimuran. Undang-undang ITE dalam konteks ini hanya mengatur hal-hal
yang berbau pornografi, belum bisa membatasi apa yang dilakukan oleh para
remaja di media sosial. Hal tersebut bisa berefek domino, karena dengan terlalu
intens nya remaja dengan media sosial yang menawarkan bebas berekspresi, akan
mengurangi kuatitas dan kualitas hubungan dengan lingkungan. Dunia maya lebih
mengasyikkan daripada dunia nyata, begitu kata mereka.
Saat
kita berhadapan dengan fenomena kehidupan remaja masa kini yang
mengkhawatirkan, semestinya semua pihak
harus merasa bertanggung jawab karena banyak diantara remaja yang terjebak
kepada jurang kesesatan yang membawa mereka kepada kemudaratan. Sekalipun
sebagai manusia, seorang remaja juga memiliki tanggung jawab terhadap
eksistensi dirinya, remaja memiliki peran sosial yang cukup penting dalam
kehidupan bermasyarakat dan bernegara, dan juga remaja merupakan manusia.
Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang kelak pun akan diminta pertanggung
jawabannya terhadap Tuhan.
Selain
itu juga peranan orang tua sangat diperlukan agar anaknya tidak terjerumus
dalam lubang kemudaratan adalah dengan mengarahkan si anak agar bisa lebih
menghormati dan menghargai dirinya sendiri. Toh lewat jejaring sosial facebook
kita bisa mendapat informasi atau memantau polah tingkah anak yang kerap tak
diketahui orang tua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar