“
Wanita lebih bijaksana dari laki-laki karena mereka tahu lebih sedikit tetapi
mengerti lebih banyak ” (James Thurber)
Mencoba
mengungkap tentang wanita yang dibandingkan dengan pria merupakan perdebatan
yang tidak akan pernah basi,layu,gak usum,dan sebagainya. Karena wanita itu
adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mendapati unsur estetik (keindahan) secara
lahir maupun batin. Melalui unsur itulah wanita mempunyai daya tarik tersendiri
bagi lawan jenisnya. Maka tidak heran jika ditengah derasnya arus modernisasi
selalu memposisikan diri dibagian terdepan dalam hal pembaharuan maupun
peniruan.
Mengaku
atau tidak, perempuan kerap kali menjadi pengikut terhadap dinamika perubahan,
yang penting senang. Pemahaman inilah yang sudah mengajarkan kepada pengikut
ataupun yang siap mengikutinya bahwa kesenangan serta kenikmatan duniawi seakan
menjadi tujuan hidup dan tolak ukur gaya hidup.
Pada
umumnya pola hidup yang demikian didasarkan atas gengsi atau ego yang tertanam
pada diri mereka. Dimulai dari gaya hidup yang berlebihan, baik dalam hal
berpakaian, pemenuhan kebutuhan, dan sikap yang hanya mementingkan kesenangan
hidup. Bahkan ada ungkapan yang sering timbul dari mahasiswa, “ mumpung masih
muda, jadi enjoy sajalah…”. Padahal tidak ada yang tahu sampai kapan kita akan
hidup di dunia ini,bukan..??.
Ketika
perempuan terjebak dalam budaya hedonis, maka akan melahirkan pikiran-pikiran
rimas ( tidak nyaman ) dan selalu menghawatirkan suami ( bagi yang sudah
bersuami ). Apalagi yang ekonominya menengah kebawah, maka batin sang suami
akan sangat merasa tersiksa dan akhirnya sang suami nekat melakukan apapun demi
memuaskan keinginan istri.
Coba
kita tengok mahasiswi yang saat ini sama sekali tidak mencerminkan sebagai
perempuan yang idealis. Tetapi yang tampak justru malah materialis. Mahasiswi
sepantasnya belajar pada sejarah perempuan tempo dulu. Perempuan yang acap kali
menyuarakan perjuangan, emansipasi, dan lain sebagainya. Bukannya kok hanya
memikirkan “ Saya mau jalan sama mas pacar besok pakai baju yang mana ya..??,
pakai aksesoris beginian tambah cantik gak ya..?? “.
Mengamati
gaya hidup hedonis, maka tidak mungkin tidak perlahan-lahan akan terjadi
disorientasi yang mengaburkan moralitas mahasiswa. Contoh yang saat ini lagi
nge-trend, perempuan saat ini mengonsumsi busana muslimah. Mereka memang
memakai jilbab, kerudung, atau hijab dengan gaya yang marak diTV maupun
internet. Tetapi penerapan lainnya terkadang kurang tepat, maaf, ( atas
berjilbab, bawah mengenakan celana ketat yang seakan mempertontonkan bongkahan
pantat atau garis celana dalamnya sampai tercetak ). Biar tampak tetap
seksi,katanya.
Terkait
fenomena diatas agar tidak selalu memanjakan perasaan adalah membiasakan hidup
sederhana. Skala prioritas kebutuhan penting untuk dipenuhi. Hal tersebut dapat
terwujud jika kedewasaan berpikir mahasiswa berani memulai dari sekarang.
Mohon
maaf, tulisan ini bukan ingin mencaci atau memojokkan personal. Akan tetapi ada
baiknya jika tulisan yang sederhana ini dijadikan bahan untuk direnungkan.
Selain itu juga untuk mengingatkan nasib sang suami kelak yang akan
memungkinkan berbuat nekad demi memenuhi kebutuhan istri yang hedonis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar