Oleh:
ZEIN AVERROES
Judul Buku :
Politik Pendidikan Islam
Nama Pengarang :
Dr. Ahmad Arifi, MA.
Nama Penerbit :
Teras
Tahun Penerbitan :
2010
Jumlah Halaman :
176 Hal.
Secara
umum kesalahan pendidikan di Indonesia terletak pada kesalahan kelola, terbukti
pada birokrasi pemerintah yang lebih bersifat inkosisten, irasional, pragmatis,
otoriter dan tidak profesional. Profesional lebih dimaknai sebatas bayaran yang
tinggi tanpa memperhitungkan kualifikasi, tanggung jawab dan integritas yang
tinggi. Demokrasi dalam pendidikanpun hanya sebatas slogan yang tidak berarti
disebabkan oleh komersialisasi pendidikan semakin menjadi, praktik monopoli
terjadi pada kelompok masyarakat yang berkapital tinggi (Kelas ekonomi menengah
ke atas), sehingga ideologi pendidikan yang dianut juga sering menurut akan
kepentingan penguasa.
Berangkat dari titik permasalahan di atas peran
pendidikan Islam adalah sebagai kontribusi bagi pembangunan nasional khususnya dalam
membentuk moralitas bangsa Indonesia. Buku ini mengupas tentang peningkatan
mutu pendidikan Islam dan sekaligus kontribusi lembaga pendidikan Islam dalam
membentuk moralitas bangsa Indonesia. Dalam hal ini diharapkan demokratisasi
pendidikan dan penjaminan pendidikan yang bermutu tetap menjadi arah kebijakan
pendidikan nasional dan segala bentuk komersialisasi atau kapitalisasi
pendidikan dapat dikikis. Menurut buku ini bahwa pesantren merupakan sebuah
lembaga yang tahan terhadap terpaan gelombang perubahan sosial, politik,
ekonomi bahkan perubahan zaman sekalipun. Pesantren dapat dikatakan sebagai
benteng pendidikan masyarakat yang telah teruji oleh zaman sekaligus sebagai
wahana pengembangan masyarakat yang menyentuh pemenuhan dan pengembangan kualitas
hidup warga masyarakat di sekitar pesantren.
Peranan pesantren sebagai lembaga yang mengembangkan
nilai-nilai moral spiritual, informasi, komunikasi timbal balik secara kultural
dengan masyarakatnya dan tempat
pemupukan solidaritas umat. Dengan demikian pesantren memiliki karakteristik
antara lain: 1) pesantren sebagai lembaga tradisionalisme, 2) pesantren sebagai
pertahanan budaya (cultural resistance), 3) pesantren sebagai pendidikan
keagamaan. Berlandaskan pada nilai-nilai dasariah agama tersebut maka pesantren
diidealisasikan sebagai fasilitator, dinamisator dan katalisator bagi
pembangunan masyarakat, sebagaimana tujuan utama pembangunan nasional, yakni
membangun manusia seutuhnya.dalam hal ini diharapkan pesantren menjadi pioneer
dan media untuk mengembangkan dan memberdayakan sumber daya masyarakat, baik
komunitas internal pesantren maupun masyarakat sekitar pesantren pada umumnya.
Pada era globalisasi ini, peran strategis PAI dan
merupakan tantangan masa depan, sepatutnya para stake holder di dunia
pendidikan Islam perlu menyamakan persepsi dan menyatukan langkah dengan lebih
menyadari pentingnya reorientasi tujuan pendidikan Islam yang lebih menyentuh
pada aspek perilaku anak didik (ranah psikomotorik dan afektif), tanpa
meninggalkan aspek penguasaan ilmu pengetahuan (ranah kognitif)nya. Untuk itu,
mengoptimalkan pendidikan nilai di dalam pendidikan Islam merupakan salah satu opsi
terbaik dalam rangka menyelaraskan tujuan pendidikan (Islam) dengan
tantangan masyarakat global, disamping itu untuk memperkuat dasar moral Islam
dalam setiap penyelenggaraan pendidikan, baik di sekolah maupun di luar sekolah
sampai tingkat pendidikan tinggi diharapkan luaran (out put) dari dunia
pendidikan memiliki fondasi spiritual-keagamaan yang semakin kokoh dalam menghadapi
dampat globalisasi yang multi kompleks dan multi implikasi, baik pada dimensi
informasi dan komunikasi, ekonomi, hukum, politik, ilmu pengetahuan, budaya,
dan agama. Dengan demikian sangat diperlukan pembangunan intelektual muslim
ideal masa depan sebagai generasi “Ulul Albab” yakni: 1) beriman dan
bertaqwa, 2) Afifah dalam perbuatannya, menjaga diri dari hal-hal yang akan
merusak atau mengurangi nilai iman dan taqwa dengan memelihara moralitas dengan
menggunakan nalar sehatnya, 3) bertanggungjwab dan berjiwa amanah dalam setiap
perbuatannya.
Kelebihan Buku: Menurut
saya secara garis besar buku ini telah menjawab sebagian politik pendidikan Islam
saat ini diantaranya peran politik untuk memajukan pendidikan di lingkup lembaga
pendidikan Islam pesantren yang berakar budaya dan mengikuti perubahan zaman
seiring dengan adanya Era globalisasi sehingga pendidikan Islam dalam
eksistensinya sebagai dampak positif dan merupakan komponen pembangunan bangsa,
khususnya bangsa Indonesia. Pendapat berbagai macam ahli pendidikan Islam
disajikan pula dengan seimbang, tanpa menjustifikasi siapa yang terbaik.
Pembaca diajak untuk memahami masalah yang terjadi, menelaahnya dan disajikan
beberapa alternatif wacana penyelesaian masalah tersebut, sehingga pembaca
dapat memahami buku ini dengan runtut sesuai kondisi pada saat sekarang.
Kekurangan
Buku: Rupanya agak sulit bagi saya mencari
cela dimana kekurangan dari buku ini, akan tetapi tentunya semua tidak ada yang
sempurna. Dari hasil bacaan saya, dalam buku ini terdapat berbagai pengulangan
kata-kata bahkan paragraf yang berisi pokok pikiran yang sama diberbagai macam
bab. Sehingga terkesan ada kejenuhan, karena bacaan antara bab sebelumnya dan
yang sesudahnya masih dalam pembahasan yang sama. Alternatif solusi yang ditawarkan
dalam buku ini pun masih bersifat global dan belum menspesifikkan secara
mendetail tentang langkah-langkah yang hendak dijalankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar