SEMINGGU
yang lalu, setiba dikampus pada sekitar pukul
14.05, saya merenung dan melihat kondisi dari teman-teman mahasiswa membuatku
bertanya-tanya. Dari renunganku ini timbullah sebuah pertanyaan,”
mahasiswa ki opo ngene iki..?? ”
Sepertinya mahasiswa cenderung lebih suka berkumpul dan nongkrong
bareng dengan mahasiswa-mahasiswa yang meminati salah satu bidang yang lebih
dekat dengan pekerjaan mereka setelah lulus kuliah beberapa tahun yang akan datang,
sangat jarang mahasiswa kampusku yang ku temui meminati organisasi extra atau
intra kampus.
Katanya mahasiswa itu adalah
panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah
perguruan tinggi. Pemikiran kritis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa.
Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada
penguasa, dengan cara mereka sendiri.
Apa iya..??
Tapi bukti riil yang ada menunjukkan,
mahasiswa sekarang lebih cenderung bersikap selalu mengikuti perkembangan zaman dengan
segenap perubahan global, dari pada berdiskusi dan senantiasa menyuarakan hak.
Memang, dilematika gerak dan langkah mahasiswa tersebut tak dapat kita salahkan
sepenuhnya kepada mahasiswa itu sendiri, tetapi banyak sesuatu penting terkait
mengapa hal ini bisa terjadi. Kecenderungan seperti itu tidak dapat kita
elakkan, karena tuntutan zaman dengan segenap modernitasnya yang menyebabkan
mahasiswa dan kaum terpelajar lainnya bertindak seperti orang yang berglamor
ria dan cenderung bersikap hedonis.
Iyo po ra..??
Saya rasa mahasiswa perlu berusaha untuk
mengubah pola pikir dan tingkah laku diri mereka. Mahasiswa seharusnya mencoba
melihat realitas bangsa ini yang mengalami kemunduran nilai disegala bidang. Jangan kita larut akan
kehidupan globalisasi yang takkan ada hentinya, tetapi perlu sebuah upaya
berkesinambungan dan memahami kembali peran awal kaum terpelajar dalam
kehidupan bangsa maupun dunia kampus./ ZeinAverroes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar