Rabu, 19 Maret 2014

RENUNGANKU



SEMINGGU yang lalu, setiba dikampus  pada sekitar pukul 14.05, saya merenung dan melihat kondisi dari teman-teman mahasiswa membuatku bertanya-tanya. Dari renunganku ini timbullah sebuah pertanyaan, mahasiswa ki opo ngene iki..??

Sepertinya mahasiswa cenderung lebih suka berkumpul dan nongkrong bareng dengan mahasiswa-mahasiswa yang meminati salah satu bidang yang lebih dekat dengan pekerjaan mereka setelah lulus kuliah beberapa tahun yang akan datang, sangat jarang mahasiswa kampusku yang ku temui meminati organisasi extra atau intra kampus.

Katanya mahasiswa itu adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi. Pemikiran kritis, dan konstruktif  selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.
 Apa iya..??
Tapi bukti riil yang ada menunjukkan, mahasiswa sekarang lebih cenderung bersikap selalu mengikuti perkembangan zaman dengan segenap perubahan global, dari pada  berdiskusi dan senantiasa menyuarakan hak. Memang, dilematika gerak dan langkah mahasiswa tersebut tak dapat kita salahkan sepenuhnya kepada mahasiswa itu sendiri, tetapi banyak sesuatu penting terkait mengapa hal ini bisa terjadi. Kecenderungan seperti itu tidak dapat kita elakkan, karena tuntutan zaman dengan segenap modernitasnya yang menyebabkan mahasiswa dan kaum terpelajar lainnya bertindak seperti orang yang berglamor ria dan cenderung bersikap hedonis.
Iyo po ra..?? 
Saya rasa mahasiswa perlu berusaha untuk mengubah pola pikir dan tingkah laku diri mereka. Mahasiswa seharusnya mencoba melihat realitas bangsa ini yang mengalami kemunduran nilai disegala bidang. Jangan kita larut akan kehidupan globalisasi yang takkan ada hentinya, tetapi perlu sebuah upaya berkesinambungan dan memahami kembali peran awal kaum terpelajar dalam kehidupan bangsa maupun dunia kampus./ ZeinAverroes

Tidak ada komentar:

Posting Komentar